Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Al Islam Tenggulun Solokuro Lamongan

Pada tahun 1902 di kampung, sebuah desa kecil tepatnya desa Tenggulun, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan berdiri sebuah pondok kecil yang diasuh oleh seorang yang bernama K.H. Sulaiman. Pondok tersebut berjalan dengan sistem tradisional. Begitulah yang dilakukan oleh pengasung selama + 50 tahun. Di situlah masyarakat Tenggulun dan sekitarnya dapat memperoleh ilmu-ilmu agama Islam. Namun, tahun demi tahun kegiatan di pondok mulai surut karena beberapa faktor, di antaranya ditinggalnya oleh pengasuh yang kredibilitas. Sehingga, pada sekitar tahun 1965, sama sekali tidak ada santri yang menetap di situ. Tetapi, karena kebetulan di lokasi yang sama, ada sebuah masji jami’ Baitul Muttaqin. Maka, hanya digunakan kegiatan jama’ah biasa sampai dengan sekarang tahun 2003.

            Pada tahun 1974, kami (M. Chozin bin H. Nur Hasyim) cicit dari Alm. K.H Sulaiman terilhami dengan cerita sejarah di atas. Maka, mulai membina anak-anak memberi pelajaran keagamaan dengan menggunakan fasilitas langgar kecil peninggalan dari Alm. H. Bakar (Buyut dari Suratema, Istri M. Chozin). Kegiatan tersebut berjalan kurang lebih sepuluh tahun (1974-1983).

            Pada tahun 1984, fasilitas yang ada sudah tidak representatif. Maka dengan dukungan dari keluarga/adik, Ja’far Shodiq bin Nur Hasyim dan didukung oleh masyarakat yang lain. Maka, berdirinya sebuah musholla Nurul Iman yang berukuran 13x9x1m2 – 120m2. Di situlah kami bisa meningkatkan kegiatan-kegiatan selain belajar Al-Qur’an juga ilmu-ilmu yang lain, di waktu itu pula kami masih teringat oleh Mbah Buyut (K.H. Sulaiman) kapan dapat terwujud pondok sebagai penerus perjuangan beliau. Namun kami tetap punya semangat tinggi karena ada unsur yang mendukung yaitu telah lulusnya Ali Ghufron bin H. Nur Hasyim dari PP Al-Mukmin Ngruki Solo. Namun sayang, dia tidak pulang ke kampung namun harus melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Jadi satu sisi senang, satu sisi agak kecewa namun banyak senangnya karena otomatis ilmunya akan semakin banyak. Yang sudah barang tentu dalam menangani pondok nanti semakin lebih baik. Tetapi, kekecewaan itu terobati dengan kedatangan saudara ipar (Saifuddin Zuhri bin Abu Sofyan) juga alumnus Al-Mukmin Ngruki. Maka, niatan kami untuk mendirikan pondok semakin kuat.

            Pada awal tahun 1992, kami terus melakukan lobi-lobi dengan teman-teman yang lain, termasuk tokoh-tokoh masyarakat sekitar, agar mendukung rencana kami untuk mendirikan sebuah pesantren yang pada saat itu masih ada ketimpangan di antaranya masalah lokasi di mana kegiatan semi pesantren yang dilaksanakan di musholla Nurul Iman. Sedangkan, kami (M. Chozin) termasuk keluarga yang lain, tetap punya keinginan untuk membangun pondok di lokasi pondok lama yang diasuh oleh Mbah Buyut (Alm. K.H Sulaiman). Untuk memenuhi keinginan itu, kami menyampaikan gagasan kepada Mbah (II. Abdul Halim). Namun, di saat itu nampaknya Mbah Ji (panggilan saya M. Chozin) masih belum bisa merespon, bahkan cenderung menolak dengan alasan yang tidak jelas. Maka terpaksa, lokasi pondok yang akan didirikan tetap berada di sekitar musholla Nurul Iman. Lobi-lobi tetap kami lakukan selama sekitar 1 bulan akhirnya kami temukan dua pemuda yang sangat optimis di samping yang lain yaitu, H.M. Mushlih dan Irfanuddin B.A

            Kemudian tanggal 15 September 1992 diselenggarakan rapat membuat susunan kepengurusan lengkap dan nama pesantren sekalian yang akhirnya disepakati dengan nama PP Islam Al-Islam oleh karena faktor yang merupakan syarat untuk diajukan ke akte Notaris telah disiapkan termasuk susunan pengurus dan nama pondok, maka diajukanlah ke akte notaris yang tidak memakan waktu yang lama. 2 bulan akte sudah jadi, persisnya tanggal 29 September 1992.

            Pada awal tahun 1992, dari pengurus mempersiapkan sarana yang dibutuhkan bersamaan dengan itu pula pondok diresmikan yang di datangi oleh K.H. Najih Ahyad Dukun Gresik. Sehingga pada bulan Juli 1992, sebagai tahun ajaran 1993/1994, PP Islam Al-Islam resmi menerima santri baru yang pada waktu itu hanya menerima santri putra saja selama satu tahun. Kemudian tahun berikutnya baru menerima santri putri.

            Demikian sejarah singkat tentang awal berdirinya serta yang melatarbelakangi berdirinya PP Islam Al-Islam dan insyaallah sejarah ini dapat dipertanggungjawabkan atas keabsahannya dan kebenarannya.

            Akhirnya, sangat mohon dimaklumi karena tidak secara detil dan keseluruhan kami cantumkan, maka penulis sejarah bila ada kekurangan kami mohon maaf.

وســــــــلام          

Tenggulun, 15 Juli 1994

Drs.H.M. Chozin